Standard Operating Procedure Pembelajaran dan Asesmen Karakter (ICLAD) menetapkan tata cara menjalankan satu siklus utuh pembelajaran dan asesmen karakter di YPII menggunakan modul School Character Learning (ssi-school-character-learning) di Odoo, sesuai kerangka metodologis ICLAD (Integrated Character Learning and Assessment Design). SOP ini memastikan karakter dibelajarkan sebelum dinilai, dinilai melalui bukti pertumbuhan yang teramati dan bukan label pribadi, serta dilaporkan dengan bahasa pertumbuhan yang tidak melabeli, tidak memberi peringkat, dan tidak mencampur data sensitif (konseling, disiplin, psikotes) ke dalam rapor karakter.
SOP Pembelajaran dan Asesmen Karakter (ICLAD) mencakup satu siklus pembelajaran karakter dari penyiapan kerangka konstruk sampai penerbitan laporan pertumbuhan, yang dijalankan pada modul School Character Learning di Odoo YPII. Cakupannya meliputi enam fase:
SOP ini tidak mengatur domain konseling, psikotes, penanganan disiplin, penanganan kekerasan (PPKSP), atau layanan kesehatan mental; domain-domain tersebut memiliki jalur tersendiri dan tidak boleh dijadikan bukti atau skor karakter. Penanganan kasus terkait mengikuti Kerangka Penanganan Insiden dan Keluhan Orang Tua dan Penanganan Indikasi Masalah Kesehatan Mental Siswa.
SOP ini berlaku untuk seluruh unit sekolah YPII yang menjalankan modul School Character Learning. Skala penerapan mengikuti pathway ICLAD (Lite untuk 8–12 minggu satu kelas/kohort, Core untuk satu semester, Full untuk satu tahun ajaran lintas jenjang); SOP ini menggunakan istilah "siklus" untuk merujuk pada satu periode penerapan sesuai pathway yang dipilih.
Bagian Definisi dan Singkatan berikut menjelaskan istilah kunci yang digunakan dalam SOP Pembelajaran dan Asesmen Karakter (ICLAD).
| Istilah | Definisi |
|---|---|
| ICLAD | Integrated Character Learning and Assessment Design — kerangka metodologis pembelajaran dan asesmen karakter yang menjadi dasar SOP ini |
| Konstruk (Character Construct) | Kualitas karakter yang didefinisikan mandiri, bounded, dan teramati (mis. integritas, empati, tanggung jawab) |
| Sub-konstruk (Sub-construct) | Bagian lebih spesifik dari sebuah konstruk |
| Indikator (Indicator) | Perilaku teramati yang menjadi bukti sebuah konstruk/sub-konstruk |
| Arena (Character Arena) | Situasi/konteks tempat karakter dilatih dan diamati (mis. proyek kelompok, tugas mandiri, kegiatan komunitas) |
| Rubrik (Character Rubric) | Kriteria penilaian bukti karakter dalam 4 level: Emerging with support, Developing, Consistent, Transfer with reflection |
| RBT–DOK–SOLO | Kerangka penyelarasan tujuan (Revised Bloom's Taxonomy), aktivitas (Depth of Knowledge), dan asesmen (Structure of Observed Learning Outcomes): yang ditargetkan = yang dilatih = yang dinilai |
| Bukti (Evidence) | Data teramati (observasi berulang, artefak, refleksi) yang mendukung klaim pertumbuhan karakter |
| Kalibrasi (Calibration) | Proses menyamakan interpretasi guru terhadap rubrik agar penilaian tidak menjadi selera subjektif |
| Growth Profile / Laporan Pertumbuhan | Laporan naratif pertumbuhan karakter berbasis pola, bukan skor tunggal atau peringkat |
| Non-labeling | Prinsip tidak memberi label tetap ("anak baik/buruk") pada murid |
| High-stakes | Penggunaan hasil sebagai dasar tunggal kelulusan, seleksi, promosi, sanksi, atau tracking — dilarang untuk asesmen karakter |
| Draft / Confirmed / Open / Done | Status siklus dokumen transaksi Odoo: Draft (baru dibuat) → Confirmed (menunggu persetujuan) → Open (disetujui) → Done (selesai) |
Bagian Penanggung Jawab berikut mendaftar peran yang terlibat dalam SOP Pembelajaran dan Asesmen Karakter (ICLAD), diselaraskan dengan RACI kerangka ICLAD.
| Aktor | Peran |
|---|---|
| Koordinator Pembelajaran Karakter (Tim Karakter/Student Development) | Responsible/Accountable — mengelola construct map, rubrik, arena, metode, kalibrasi guru, dan tinjauan siklus |
| Tim Kurikulum | Responsible — menjaga keselarasan tujuan–aktivitas–asesmen (RBT–DOK–SOLO) dan menyusun peta kurikulum karakter |
| Guru (Guru Mapel/Guru Kelas) | Responsible — membelajarkan, merancang aktivitas, mengobservasi, mengumpulkan bukti, dan memberi umpan balik |
| Wali Kelas | Responsible — mengintegrasikan bukti antar-guru, menyusun laporan pertumbuhan, dan berkomunikasi dengan murid/orang tua |
| Kepala Sekolah / Pimpinan Unit | Accountable — menetapkan mandat dan nilai, serta menyetujui laporan pertumbuhan dan keputusan naik/berhenti pathway |
| BK/Konselor | Consulted — memberi dukungan psikososial sesuai batas kerahasiaan; data konseling tidak masuk asesmen karakter |
| Tim Safeguarding/PPKSP | Consulted — menangani kasus keselamatan/kekerasan pada jalur terpisah dari asesmen karakter |
| Sistem Odoo | Menjalankan pengecekan otomatis dan otomasi status pasca konfirmasi, persetujuan, dan penolakan dokumen transaksi |
Bagian Dokumen/Alat yang Dibutuhkan berikut mendaftar prasyarat pelaksanaan SOP Pembelajaran dan Asesmen Karakter (ICLAD).
ssi-school-character-learning) terpasang dan hak akses pengguna telah ditetapkan per peran.Prosedur Pembelajaran dan Asesmen Karakter (ICLAD) dimulai (Start Event) ketika sekolah memutuskan menjalankan satu siklus pembelajaran karakter untuk satu periode (tahun ajaran/semester/pilot) dan kelima gate kepatuhan telah terpenuhi. Prosedur berakhir (End Event) ketika Laporan Pertumbuhan Karakter berstatus Done dan keputusan lanjut siklus (GO / GO WITH REVISION / PAUSE / STOP) ditetapkan.
Setiap aktivitas dimiliki tepat satu pelaku (Lane) dan diberi jenis task BPMN. Rincian teknis tiap aktivitas di Odoo diperinci pada Instruksi Kerja (IK) yang ditautkan di masing-masing langkah.
Jenis Task (BPMN): User Task
Pelaksana: Koordinator Pembelajaran Karakter
Input: Mandat dan nilai karakter sekolah; hasil gate G2 (pemetaan kontribusi konstruk ke profil lulusan)
Aktivitas: Koordinator Pembelajaran Karakter menyusun taksonomi konstruk secara berjenjang di Odoo: Character Family → Character Construct → Character Sub-construct → Character Indicator. Konstruk didefinisikan mandiri, bounded, dan berbasis perilaku teramati; hindari menilai isi hati, iman batin, atau kepribadian tetap. Batasi jumlah konstruk sesuai pathway (Lite 1–2, Core 3–5, Full 5–8). Lihat Membuat Character Family, Membuat Character Construct, Membuat Character Sub-construct, dan Membuat Character Indicator.
Output: Taksonomi konstruk karakter aktif (family, construct, sub-construct, indicator).
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 2.
Jenis Task (BPMN): User Task
Pelaksana: Koordinator Pembelajaran Karakter
Input: Taksonomi konstruk dari Langkah 1 (Menyusun Taksonomi Konstruk Karakter)
Aktivitas: Koordinator Pembelajaran Karakter menyiapkan instrumen penilaian: Character Scale dan Character Level (4 level: Emerging with support, Developing, Consistent, Transfer with reflection), Character Anchor sebagai deskriptor jangkar tiap level, lalu Character Rubric per konstruk yang menilai bukti teramati dengan bahasa perkembangan dan memuat catatan akomodasi/fairness. Rubrik harus membedakan "belum tampak bukti" dari "tidak memiliki karakter" dan dilarang memuat skor moral tunggal. Lihat Membuat Character Scale, Membuat Character Level, Membuat Character Anchor, dan Membuat Character Rubric.
Output: Skala, level, anchor, dan rubrik karakter aktif.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 3.
Jenis Task (BPMN): User Task
Pelaksana: Koordinator Pembelajaran Karakter bersama Tim Kurikulum
Input: Taksonomi konstruk dan rubrik (Langkah 1 dan Langkah 2)
Aktivitas: Koordinator Pembelajaran Karakter bersama Tim Kurikulum menetapkan Character Arena (konteks tempat karakter dilatih dan diamati, mis. proyek kelompok, tugas mandiri, kegiatan komunitas) dan Character Method (metode pedagogis dari repertoar, tidak direduksi menjadi satu metode). Pemilihan metode disesuaikan dengan konstruk, jenjang, bukti, dan risiko etik. Lihat Membuat Character Arena dan Membuat Character Method.
Output: Arena dan metode pembelajaran karakter aktif.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 4.
Jenis Task (BPMN): User Task
Pelaksana: Wali Kelas atau Koordinator Pembelajaran Karakter
Input: Data murid dari sistem akademik Odoo
Aktivitas: Wali Kelas atau Koordinator Pembelajaran Karakter membuat Character Profile untuk tiap murid dalam kohort yang diikutkan pada siklus. Profil menjadi kontainer bukti dan pertumbuhan karakter murid lintas waktu, bukan label kepribadian. Lihat Membuat Character Profile.
Output: Character Profile aktif untuk tiap murid pada kohort siklus. Fase A (Penyiapan Kerangka) selesai.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 5.
Jenis Task (BPMN): User Task
Pelaksana: Tim Kurikulum
Input: Konstruk, indikator, arena, metode, dan rubrik dari Fase A
Aktivitas: Tim Kurikulum menyusun Character Curriculum Map / Annual Syllabus yang memetakan konstruk ke arena, metode, tujuan (RBT), dan rencana bukti sepanjang periode, lalu mengonfirmasinya untuk diajukan ke persetujuan. Peta kurikulum harus memenuhi Alignment Gate: tujuan yang ditargetkan, aktivitas yang dilatih, dan asesmen yang dinilai harus selaras. Lihat Membuat Character Curriculum Map dan Mengonfirmasi Character Curriculum Map. Bila ditemukan kesalahan sebelum konfirmasi, perbaiki dengan Mengubah Character Curriculum Map.
Output: Character Curriculum Map berstatus Confirmed (menunggu persetujuan).
Serah-terima (Message Flow): Peta kurikulum diserahkan ke Koordinator Pembelajaran Karakter untuk persetujuan.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 6.
Jenis Task (BPMN): User Task + Gateway (XOR)
Pelaksana: Koordinator Pembelajaran Karakter
Input: Character Curriculum Map berstatus Confirmed
Aktivitas: Koordinator Pembelajaran Karakter memeriksa keselarasan RBT–DOK–SOLO dan kelayakan bukti pada peta kurikulum, lalu memutuskan:
Output: Character Curriculum Map berstatus Open (disetujui) atau Rejected (ditolak). Setelah seluruh aktivitas periode rampung, peta ditutup dengan Menyelesaikan Character Curriculum Map.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 7 (jika disetujui); kedua jalur bertemu kembali di Langkah 7 setelah peta berstatus Open.
Jenis Task (BPMN): User Task
Pelaksana: Guru
Input: Character Curriculum Map berstatus Open
Aktivitas: Guru membuat Character Learning Activity yang mengacu pada peta kurikulum, mengisi alignment RBT–DOK–SOLO (tujuan, kedalaman aktivitas, dan struktur bukti asesmen), memilih arena dan metode, lalu mengonfirmasinya untuk persetujuan. Satu aktivitas tidak diklaim membentuk satu karakter; ia melatih bukti yang akan diamati. Lihat Membuat Character Learning Activity dan Mengonfirmasi Character Learning Activity. Perbaikan sebelum konfirmasi memakai Mengubah Character Learning Activity.
Output: Character Learning Activity berstatus Confirmed.
Serah-terima (Message Flow): Aktivitas diserahkan ke Koordinator Pembelajaran Karakter untuk persetujuan.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 8.
Jenis Task (BPMN): User Task + Gateway (XOR)
Pelaksana: Koordinator Pembelajaran Karakter (persetujuan); Guru (pelaksanaan)
Input: Character Learning Activity berstatus Confirmed
Aktivitas: Koordinator Pembelajaran Karakter meninjau keselarasan aktivitas, lalu memutuskan:
Output: Aktivitas terlaksana (Open → Done) atau Rejected. Kedua jalur bertemu kembali di Langkah 9 setelah aktivitas berstatus Open dan pembelajaran berjalan.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 9.
Jenis Task (BPMN): User Task + Gateway (XOR)
Pelaksana: Koordinator Pembelajaran Karakter (penyelenggara); Guru (peserta kalibrasi)
Input: Rubrik karakter aktif; contoh bukti murid dari aktivitas yang berjalan
Aktivitas: Sebelum guru menilai bukti secara formal (Calibration Gate), Koordinator Pembelajaran Karakter membuat sesi Character Teacher Calibration, guru peserta memberi rating pada contoh bukti yang sama, lalu sesi dikonfirmasi dan disetujui untuk mengukur keselarasan interpretasi. Guru wajib terkalibrasi sebelum penilaian rubrik dipakai untuk pelaporan. Lihat Membuat Character Teacher Calibration, Mengonfirmasi Character Teacher Calibration, dan Menyetujui Character Teacher Calibration.
Output: Character Teacher Calibration berstatus Done dengan guru terkalibrasi.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 10.
Jenis Task (BPMN): User Task + Gateway (XOR)
Pelaksana: Guru (pembuat observasi); Wali Kelas atau Koordinator Pembelajaran Karakter (persetujuan)
Input: Guru terkalibrasi (Langkah 9); aktivitas pembelajaran berjalan (Langkah 8)
Aktivitas: Selama pembelajaran, Guru membuat Character Observation untuk mencatat perilaku teramati yang terkait indikator, melampirkan bukti (observasi berulang, artefak/karya, refleksi murid) dengan konteksnya, lalu mengonfirmasi untuk ditinjau. Hanya bukti yang sah dan cukup yang boleh dipakai; data konseling, psikotes, dan pelanggaran disiplin dilarang menjadi bukti karakter. Penilaian mutu bukti dan batas jenis data mengikuti Mutu Bukti Karakter dan Kelayakan Penggunaannya. Lihat Membuat Character Observation dan Mengonfirmasi Character Observation. Peninjau memutuskan:
Output: Kumpulan Character Observation berstatus Done yang tertaut ke Character Profile murid.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 11.
Jenis Task (BPMN): Manual Task
Pelaksana: Guru
Input: Bukti observasi (Langkah 10)
Aktivitas: Guru memberi umpan balik yang spesifik, berbasis bukti, non-punitif, dan tidak membandingkan antarmurid, memakai formula "Saat [konteks], saya melihat kamu [perilaku teramati] — ini menunjukkan kamu mulai berlatih [konstruk] — langkah berikutnya [tindakan spesifik]". Guru memfasilitasi refleksi murid dan menyepakati target pertumbuhan berikutnya. Murid berhak memahami bukti, memberi konteks, dan meminta koreksi bila ada data keliru. Langkah ini bersifat luring/interaksi langsung; catatannya dapat dilampirkan pada Character Observation atau Character Profile terkait.
Output: Umpan balik tercatat dan target pertumbuhan disepakati bersama murid.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 12. Fase D (Pengumpulan Bukti) selesai untuk periode berjalan.
Jenis Task (BPMN): User Task + Gateway (XOR)
Pelaksana: Wali Kelas (penyusun); Kepala Sekolah / Pimpinan Unit (persetujuan)
Input: Kumpulan bukti observasi berstatus Done; hasil kalibrasi guru
Aktivitas: Pada akhir periode, Wali Kelas menyusun Character Growth Report per murid dari bukti yang terkumpul, menuliskan pertumbuhan berbasis pola lintas waktu dengan bahasa perkembangan — menyebut kekuatan dan area pertumbuhan berikutnya, tanpa label tetap, tanpa peringkat, tanpa skor tunggal, dan tanpa data konseling — lalu mengonfirmasi laporan (Reporting Gate). Lihat Membuat Character Growth Report dan Mengonfirmasi Character Growth Report. Perbaikan sebelum konfirmasi memakai Mengubah Character Growth Report. Kepala Sekolah / Pimpinan Unit meninjau keamanan bahasa laporan, lalu memutuskan:
Output: Character Growth Report berstatus Done dengan bahasa pertumbuhan yang aman. Fase E (Pelaporan) selesai.
Serah-terima (Message Flow): Laporan dikomunikasikan ke orang tua sebagai bahasa pertumbuhan, disertai penjelasan bahwa asesmen karakter bukan peringkat, bukan skor moral, dan bukan diagnosis.
Alur berikutnya (Sequence Flow): → Langkah 13.
Jenis Task (BPMN): User Task + Gateway (XOR)
Pelaksana: Koordinator Pembelajaran Karakter bersama Tim Kurikulum dan Kepala Sekolah
Input: Data pelaksanaan satu siklus (fidelity, fairness, beban kerja, pemahaman murid/orang tua)
Aktivitas: Koordinator Pembelajaran Karakter meninjau pelaksanaan siklus terhadap fidelity checklist, fairness audit, dan workload guardrail, lalu menetapkan keputusan lanjut sesuai Keputusan Stop/Pause/Go Siklus Pembelajaran Karakter. Bila hasilnya GO dan sekolah mempertimbangkan menaikkan cakupan, kelayakan naik level ditentukan oleh Gate Kepatuhan dan Kenaikan Level Implementasi Pembelajaran Karakter (ICLAD). Ringkasan keputusan:
Output: Keputusan lanjut siklus (GO / GO WITH REVISION / PAUSE / STOP) terdokumentasi beserta rencana perbaikan. End Event: siklus pembelajaran dan asesmen karakter selesai; hasil menjadi masukan siklus berikutnya.
Bagian Titik Kontrol dan Verifikasi berikut merangkum gerbang keputusan (gateway) dan checkpoint dalam SOP Pembelajaran dan Asesmen Karakter (ICLAD).
Bagian Pengecualian dan Eskalasi berikut mengatur situasi non-standar dalam SOP Pembelajaran dan Asesmen Karakter (ICLAD).