Tabel keputusan Mutu Bukti Karakter dan Kelayakan Penggunaannya digunakan pada Langkah 10 (Mengumpulkan Bukti dan Observasi Karakter) dalam SOP Pembelajaran dan Asesmen Karakter (ICLAD), sebagai Evidence Gate. Guru memakai tabel ini untuk menilai apakah sebuah bukti yang dilampirkan pada Character Observation cukup sah dan cukup kuat, serta untuk apa bukti tersebut boleh dipakai — feedback formatif, laporan terbatas, atau growth profile. Peninjau (Wali Kelas/Koordinator Pembelajaran Karakter) memakai tabel yang sama untuk memutuskan menyetujui atau menolak observasi.
Tabel ini menegakkan prinsip ICLAD bahwa asesmen karakter dimulai dari klaim dan bukti, bukan dari skor, serta bahwa data sensitif tertentu dilarang menjadi bukti karakter. Tabel ini tidak menentukan kelayakan implementasi (lihat Gate Kepatuhan dan Kenaikan Level Implementasi Pembelajaran Karakter (ICLAD)).
Tabel Tingkat Mutu Bukti berikut mengklasifikasikan bukti karakter menjadi lima tingkat berdasarkan cirinya, dan menetapkan penggunaan maksimal yang diperbolehkan untuk tiap tingkat. Semakin kuat bukti (lintas waktu, lintas sumber, lintas konteks, terkalibrasi), semakin luas penggunaannya; bukti tidak sah tidak boleh dipakai sama sekali untuk asesmen karakter.
| Tingkat Mutu Bukti | Ciri | Boleh Dipakai Untuk |
|---|---|---|
| Tidak sah | Rumor, kesan umum, label, data konseling, psikotes, atau hukuman disiplin | Tidak boleh dipakai untuk asesmen karakter — dalam bentuk apa pun |
| Lemah | Satu kejadian tunggal, tanpa konteks, tanpa kaitan indikator | Catatan awal internal saja; bukan bahan laporan |
| Cukup | Observasi spesifik atau refleksi yang sesuai indikator | Umpan balik formatif kepada murid |
| Baik | Bukti berulang dalam satu konteks disertai refleksi atau artefak | Laporan terbatas |
| Kuat | Bukti lintas waktu, lintas sumber, dan lintas konteks, disertai kalibrasi guru | Pelaporan growth profile (laporan pertumbuhan) |
Tabel Batas Jenis Data berikut menetapkan jenis data yang boleh dan tidak boleh menjadi bukti karakter beserta syaratnya. Tabel ini adalah domain boundary yang melindungi murid dari pelabelan dan penyalahgunaan data sensitif; baca tiap baris dari jenis data menuju keputusan dan syaratnya.
| Jenis Data / Kejadian | Boleh Jadi Bukti Karakter? | Syarat |
|---|---|---|
| Observasi guru atas perilaku berulang | Ya | Terkait indikator, dicatat konteksnya, tidak berdiri sendiri |
| Refleksi murid | Ya | Menjadi bukti kualitas refleksi, bukan bukti tunggal karakter |
| Artefak/karya proyek | Ya | Dihubungkan dengan proses dan pilihan murid |
| Peer feedback | Ya, terbatas | Terstruktur, aman, bukan voting popularitas |
| Data keterlambatan/tugas | Terbatas | Konteks tanggung jawab, bukan skor moral otomatis |
| Data pelanggaran disiplin | Sangat terbatas | Hanya untuk restorative support, bukan rapor karakter |
| Catatan konseling | Tidak | Rahasia; hanya untuk layanan bantuan sesuai protokol kerahasiaan |
| Psikotes | Tidak sebagai asesmen karakter | Hanya untuk guidance oleh profesional berwenang |
| AI inference terhadap murid | Tidak sebagai keputusan final | Hanya bantu administrasi/ringkasan non-sensitif dengan review manusia |
Dalam tabel keputusan Mutu Bukti Karakter dan Kelayakan Penggunaannya, tindakan penggunaan bukti dijelaskan sebagai berikut.
Tabel keputusan Mutu Bukti Karakter dan Kelayakan Penggunaannya diturunkan dari kerangka ICLAD v2.3: Evidence System dan jenis bukti (bagian 11), Evidence Quality Rubric (bagian 12.3), serta Domain Boundary Matrix (bagian 4.4). Prinsipnya: bukti harus teramati, kontekstual, dan cukup berulang; satu skor tunggal karakter dilarang; dan data disiplin, konseling, serta psikotes tidak boleh menjadi bukti karakter.