| Atribut | Keterangan |
|---|---|
| Nomor Dokumen | DT-FIN-SRP-001 |
| Tanggal Efektif | 16 Juni 2026 |
| Versi | 1.0 |
| Kategori Tag | #DecisionTable #Keuangan #Surplus #Alokasi #Proporsi |
Decision table ini digunakan oleh Bendahara Cabang (untuk surplus cabang) dan Kepala Bidang Keuangan YPII (untuk surplus konsolidasi) dalam menentukan proporsi alokasi surplus bersih ke empat kategori dana.
Cara baca: Tentukan kondisi yang terpenuhi dari kiri ke kanan (Kondisi 1 dulu, lalu Kondisi 2), kemudian ikuti tindakan yang tertera di kolom kanan. Simbol * berarti nilai kondisi tersebut tidak mempengaruhi tindakan (any value).
Catatan penting: Alokasi ke Cadangan Operasional selalu diprioritaskan pertama hingga target minimum tercapai. Sisa surplus setelah pemenuhan cadangan operasional baru dibagi sesuai proporsi Tindakan 2–4 di bawah.
| Kondisi: Saldo Cadangan Operasional Saat Ini | Tindakan |
|---|---|
| Di bawah target minimum | Alokasikan surplus ke Cadangan Operasional terlebih dahulu hingga target minimum tercapai. Sisa surplus (jika ada) dilanjutkan ke Tabel Proporsi di bawah. |
| Sama dengan atau di atas target minimum | Tidak ada alokasi ke Cadangan Operasional. Seluruh surplus bersih langsung ke Tabel Proporsi di bawah. |
Kondisi yang dinilai:
| K1 — Rasio Surplus | K2 — Ada Rencana Sarpras? | Sarana Prasarana | Program Unggulan | Cadangan Strategis |
|---|---|---|---|---|
| < 5% | * | 60% | 40% | 0% |
| 5% – 15% | Tidak | 50% | 50% | 0% |
| 5% – 15% | Ya | 60% | 30% | 10% |
| 16% – 30% | Tidak | 40% | 40% | 20% |
| 16% – 30% | Ya | 50% | 30% | 20% |
| > 30% | Tidak | 30% | 30% | 40% |
| > 30% | Ya | 40% | 25% | 35% |
Persentase di atas dihitung dari sisa surplus setelah cadangan operasional dipenuhi. Total selalu 100%.
Diisi terlebih dahulu hingga mencapai target minimum. Target per tingkatan ditetapkan dalam KBJ-b2b1864d:
Digunakan untuk renovasi gedung, pengadaan perangkat pembelajaran, pembangunan fasilitas baru, atau pemeliharaan besar aset tetap sekolah dan cabang.
Digunakan untuk pengembangan kurikulum inovatif, pelatihan guru, program beasiswa siswa berprestasi, kegiatan kompetisi akademik, atau program penguatan mutu lintas jenjang.
Disimpan sebagai likuiditas jangka panjang untuk menghadapi situasi darurat (bencana, penurunan penerimaan mendadak) atau peluang pengembangan strategis yang bersifat mendesak dan tidak terduga.
Skenario: Cabang X memiliki surplus bersih Rp 900.000.000. Saldo cadangan operasional saat ini Rp 200.000.000, sedangkan target minimum adalah Rp 400.000.000 (2 bulan biaya operasional cabang = Rp 200 juta/bulan). Terdapat rencana pengembangan sarpras. Rasio surplus terhadap anggaran tahunan = 22%.
Langkah 1 — Pemenuhan Cadangan Operasional:
Langkah 2 — Tabel Proporsi (K1 = 22%, K2 = Ya → baris "16%–30%, Ya"):